NUMERIK ALQURAN adalah pengamatan yang dilakukan terhadap Alquran dengan format cetak 18 baris penulisan sehingga memperoleh perhitungan yang sangat cermat dan akurat, berdasarkan konsep rukun Islam dan Iman.

Rabu, 23 April 2014

SYAHADAT bagian 2

Melihat adanya dasar pijakan yang sama, bahwa semua ajaran agama yang dibawa oleh para utusan. Mulai dari Adam sampai dengan Muhammad, bahkan juga para utusan lainnya yang namanya tidak disebutkan di dalam Alquran, semua berbicara tentang ketauhidan. Semua menyeru manusia untuk beribadah dan mengabdikan diri hanya kepada-Nya, kepada Tuhan yang Maha Esa. Sebagaimana diterangkan oleh-Nya pada QS.21 Al Anbiyaa’ di ayat ke 25 dan QS.23 Al Mu’minuun ayat ke 52.

Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya:”Bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah oleh kamu sekalian akan Aku (25)”.
Sesungguhnya (agama tauhid) ini, adalah agama kamu semua, agama yang satu, dan Aku adalah Tuhanmu, maka bertakwalah kepada-Ku (52).

Kamis, 03 April 2014

SYAHADAT bagian 1


Sebagai anak yang berasal dari keluarga muslim. Setelah merasa dewasa, baru menyadari bahwa diri ini adalah seorang muslim. Sehingga terkadang terlintas tanya dalam pikiran, sejak kapan sebenarnya diri ini menganut ajaran agama Islam. Karena selama ini, tidak pernah secara resmi mengucapkan dua kalimat syahadat. Mengakui bahwasanya tidak ada Tuhan selain Allah, dan mengakui bahwasanya Muhammad adalah seorang rasul atau utusan Allah. Sebagaimana yang dilakukan oleh seorang non-muslim, ketika dia menyatakan dirinya masuk agama Islam. Dimana saat itu dilakukan semacam upacara, dengan dihadiri oleh beberapa orang saksi, yang dianggap mengerti dan memahami masalah agama Islam. Pertanyaan semacam ini, mungkin juga dirasakan oleh banyak kaum muslimin lainnya. Tetapi pertanyaan yang ada dalam pikiran orang banyak ini, seharusnya bukan tidak ada jawabnya.

Selasa, 24 Desember 2013

Masjidil Haraam (juga) Sebagai Simbol Alquran

Banyak ayat di dalam Alquran walau bersifat muhkamat, jelas dan gamblang karena kata-katanya dapat diterjemahkan. Tetapi terkadang tetap membutuhkan penjelasan lebih lanjut agar dapat dipahami, karena tetap masih tersamar. Contohnya apa yang disampaikan pada QS. 2 Al Baaqarah ayat 144 dan 150;

“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Alkitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya, dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (144). Dan dari mana saja kamu berangkat maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram. Dan di mana saja kamu (sekalian) berada, maka palingkanlah wajahmu ke arahnya, agar tidak ada hujah bagi manusia atas kamu, kecuali orang-orang yang zalim di antara mereka. Maka janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. Dan agar Ku-sempurnakan nikmat-Ku atasmu, dan supaya kamu mendapat petunjuk “(150).    

Ayat ini berbicara tentang pemindahan arah kiblat.

Sabtu, 14 Desember 2013

Angka Dan Huruf Sebagai Dasar Kajian

Pada QS. 49 Al Hujuraat ayat 12, Allah melarang manusia untuk berprasangka buruk. Karena prasangka buruk, merupakan cerminan seseorang yang melihat suatu permasalahan hanya dari satu sisi. Tidak mau melihat sisi yang lain, dimana mungkin ada nilai kebaikan disana sebagai pembanding. Adanya larangan itu, karena sesungguhnya Dia telah membekali manusia otak untuk berpikir. Dimana otak manusia juga dibagi menjadi dua bagian, otak kanan dan otak kiri sebagai satu bentuk keseimbangan. Agar  manusia dapat mencerna pesan-pesan yang bersifat logis dan filosofis. Pesan yang bersifat konkrit dan abstrak, yang real maupun ideal, hot digital thinking atau cool analog thinking yang disampaikan berupa angka dan huruf. Dimana kedua perangkat ini, angka dan huruf. Seharusnya disinergikan agar dapat menghasilkan hasil olah pikir, atau hasil kajian yang maksimal. Dalam upaya mencari nilai kebenaran dari pesan serta petunjuk yang disampaikan-Nya kepada manusia di dalam Alquran.

Sabtu, 16 November 2013

Memahami Alquran Melalui Angka dan Huruf.


Mengapresiasi diadakannya Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) yang diadakan oleh para ulama, akademisi dan pemerhati kajian tafsir dan ilmu Alquran pada tanggal 21 s/d 24 Mei di Serang, Banten. Dalam upaya mencari terobosan pemikiran Mendialogkan Teks Alquran dengan Realitas sebagai misi dari pesan Alquran itu sendiri. Sehingga Alquran dapat dipahami sebagai solusi problematika kehidupan manusia, sepanjang masa. Walau demikian, bukan berarti upaya ini menafikan metode tafsir yang sudah ada. Dimana lebih tepatnya, upaya ini dapat dikatakan sebagai suatu bentuk penyempurnaan terhadap metode tafsir yang telah ada. Sebagai semangat, dalam mengikuti perkembangan realita kehidupan manusia yang terus berubah secara dinamis. Sehingga dengan demikian, metode tafsir alternatif yang dihadirkan sejatinya memberikan ruang yang luas bagi ijtihad dan qiyas. Ruang yang selama ini sepertinya tidak cukup luas, diberikan oleh metode-metode tafsir yang telah ada. Karena sesungguhnya Alquran memiliki multilevel makna, sehingga dalam hal ini takwil dapat digunakan sebagai salah satu alat untuk menyelami kandungan makna Alquran yang tersembunyi di balik teks sebuah ayat. Juga dengan harapan agar takwil yang selama ini secara luas banyak digunakan oleh para sufi dan filosof Muslim, sebaiknya tidak lagi dinilai sebagai tafsir kiri. Tetapi dinilai sebagai terobosan yang baik, untuk ditiru dalam konteks mengeksplorasi makna-makna ayat.